Selamat Siang Risa

Pagi itu sang bapak berangkat kerja seperti rutinitasnya setiap pagi dengan motor vespa biru satu-satunya. Sang ibu yang mengisi harinya dengan menjadi tukang jahit di tengah kesibukannya menjaga kedua anaknya.

Kesulitan ekonomi yang tengah dihadapi, anak terkecil keluarga tersebut menderita sakit. Ibu hanya memiliki sedikit uang simpanan mengambil sebagian dan berangkatlah dia memeriksakan anak terkecilnya.

Ujian semakin lengkap dengan mulai habisnya kebutuhan pokok rumah dan habisnya uang simpanan yang mereka miliki dengan si kecil yang tak kunjung sembuh. Situasi ekonomi yang mendesak tawaran untuk “kerja sama” dengan sang bapak tak membuat pendirian bapak tergiur dengan tarawan sejumlah uang yang diberikan. Kalimat singkat yang menutup pembicaraan kerjasama mereka sang bawa berucap “mungkin saya goblok, tapi kebodohan saya gak akan saya sesali sampai mati”.

Budaya bersih yang terapkan dalam keluarga kecil ini mendarah daging hingga anaknya yang bernama Risa tumbuh dewasa. Bekerja disebuah kantor besar Risa yang mewarisi darah seorang yang berbudaya bersih ini, menolak tawaran “kerja sama” dengan kalemnya.

Begitulah gambaran dari film yang kita tonotn dipelatihan hari sabtu kemarin. Bersama mbak Via, Bro Jimm, Bang Jefry dan Dzikri melihat dengan seksama film pendek tersebut. Mau lihat lengkapnya?? Sikat link di bawah gaan!!

Film Selengkapnya: Selamat Siang Risa

Karya: Sha Ine Febriyanti

Thanks to: Allah SWT, Yayasan Syair, Soeltan & Tonny Caffe, Kawan-kawan Penabulu Alliance.