Ibarat Menggali Lubang

Menggali dan terus menggali, seperti itulah manusia hidup sebagaimana layaknya. Beberapa orang menggali ilmu, sebagian menggali kekayaan, adapula yang menggali spiritualnya, dan macam-macam setiap keinginan yang ingin dicapai masing-masing manusia. Kedalaman berbeda beda yang telah dicapai oleh berbagai macam orang. Bergantung seperti apa alatnya, tekniknya, dan sistemasinya.

Ibaratkan saja kita sedang menggali sebuah tanah dengan alat apapun yang kita miliki. Semakin dalam lubang yang kita gali, tanah akan semakin mengeras dan semakin berbatu. Dikedalaman udara juga semakin menipis yang membuat nafas menjadi lebih berat dan tenaga yang kita gunakan untuk menggali semakin menurun.

Sebuah cerita pernah aku dengar dari orang tuaku tentang penggali emas. Penggali emas ini sudah bertahun-tahun menggali sebuah lubang yang menurut penelitiannya ada emas didalamnya. Hanya saja hasil penelitiannya tak tahu pasti berapa kedalaman emas itu terpendam dibawah tanah.

Berhari-hari si penggali terus bekerja keras dengan gigihnya untuk mendapatkan emas dalam tanah itu. Tanah cadas keras tak mengurungkan niatnya untuk meneruskan penggalian. Tak kunjung menemukan emas si penggali pun mulai patah semangat dan tak lagi menggunakan logikanya. Untuk mempercepat prosesnya si penggali menggunakan peledak untuk memudahkan penggaliannya. Setelah diledakkan bukannya semakin mudah malah membuat dinding tanah galiannya runtuh dan menimbun kembali lubang yang sudah digalinya dengan dalam. Kemarahan, kegusaran, dan penyesalan terpahat diraut wajahnya.

Seorang yang kebetulan lewat berkata padanya “sudahlah, gali saja lagi. Kau tak akan mendapat apapun jika kau hanya berdiam dengan amarahmu yang mendidih itu”

Si penggali kembali masuk kedalam lubang dan memulai kembali penggaliannya. Terus bersabar dengan becermin pada ulahnya sendiri, si penggali perlahan namun pasti kembali mendapatkan kedalaman yang sudah ia raih sebelumnya. Tanpa banyak berfikir si penggali hanya ingin tetap fokus untuk menggali lubangnya. Alangkah terkejutnya si penggali setelah beberapa inchi saja dari kedalaman yang sudah dia raih sebelumnya, emas yang dia harapakan muncul di depan mata. Si penggali tertunduk dengan bahagia atas usahanya selama ini. Dia menyadari jika dia mau bersabar menggali dan tak menggunakan peledak dia tak perlu menggali dua kali untuk emas yang dia cari-cari.

Cerita itu terus aku ingat hingga saat ini. Kesabaran dan ketelatenan untuk mencapai hal yang kita inginkan tak begitu saja dengan cara instant kita dapatkan. Usaha keras dan terus belajar dari kesalahan akan membimbing kita menuju sesuatu yang kita harapkan. Belajar dari si penggali tersebut patutnya kita lebih bisa bersabar, berusaha, dan berevaluasi diri untuk mencapai hal yang sangat berharga melebihi emas termahal di dunia sekalipun.