Secangkir Kopi Manis Pahit

Pagi ini aku berangkat menuju kantor dengan semangat yang kurang sipp. Masalah hari kemarin membuat deru motor vespa tua yang kukendarai menjadi suara yang tak membuatku membaik. Padahal biasanya dengan motor aku limpahkan keluh kesahku dan membawanya menjadi kesenangan dan kebahagiaan dalam perjalanan. Rasa ngantuk menjadi ucapan selamat datang sesampai di kantor.

Membuka laptop, menyiapkan semua keperluan, dan tak lupa segelas air untuk menemani hari kerja. Pemutar musik menjadi acara pertama ketika laptop memulai aktifitasnya. Sayangnya semangatku masih saja tak kunjung hadir menemani hari kerja yang mulai memadat. Bisikan setan mengajak tidur terus saja menderu ditelinga yang memanas cerita malam itu. Aku terus melawan dengan berbagai cara dari menggambar hingga menulis cerita ini.

Teringat waktu masih di kampung halaman ada teman baik seorang seniman dengan sapaan Andre Gondrong yang tak pernah lepas dengan secangkir kopi buatannya yang khas. Kental, pahit, manis, dan senyuman adalah ramuan terkuat untuk melawan apapun yang melemahkan diri ungkapnya saat itu. Bagi Andre Gondrong secangkir kopi manis pahit bukan hanya minuman tapi sebuah gambaran hidup.

Cangkir dia maknai sebagai dunia kita yang kecil ini, Kopi adalah hidup kita yang bisa saja jadi manis atau pun pahit. Tak selamanya kopi akan terus menjadi pahit dan tak selamanya pula menjadi manis. Bagaimana cara meramunya tergantung selera yang kita inginkan. Begitu pula hidup kita, mau dijadikan manis atau pahit itu adalah pilihan kita dan nantinya juga kita sendiri yang akan menikmatinya. Dan bagi Andre kopi yang nikmat adalah kopi yang pahit dan manisnya pass. Aku pun tersadar jika hari ini aku kurang semangat bukan karena apa yang terjadi sebelumnya tapi karena aku meraciknya dengan sedikit pemanis. Racikan hari ini perlu berikan pemanis agar kenikmatan bisa aku dapatkan. Akhirnya, aku pun meminta tolong kepada Kang Zaenal untuk membuatkan secangkir kopi seperti biasa aku pesan. Alangkah nikmat kurasakan kopi ini begitu pula hidupku.

“Kopi yang pahit dan manisnya bersatu menjadi sebuah kenikmatan itulah Kopi Kehidupan, layaknya hidup yang nikmat ini”

-Andre Rasul (Gondrong)-