Merindukan RPM Tinggi

Ketika dulu ajang balap masih menjadi teman terdekat, tangan ini selalu berkeringat basah menatap garis finish. Detak jantung berdegup kencang mendengar deru mesin yang sedang pemanasan di padock. Badan duduk di kursi santai ala kadarnya bersiap menari bersama lintasan yang berkelok.

Race suit usang membalut, helm bersiap dengan gagahnya, motor siap berpacu dalam melodi, dan aku yang menikmati iramanya. Bersiap di garis start melihat trek lurus kedepan membayangkan kemenangan yang kadang tak mudah untuk diraih. Canda kecil mewarnai persiapan di garis start dan lampu start yang sudah mulai menyala. Tepukan di pundak menjadi pengganti kalimat “good luck” menjadi pemisah sementara aku dengan tim mekanik terbaik yang pernah aku kenal.

Begitu nikmat aku melalui race hingga semua tersimpul saat finish. Tak pernah terpikir untuk selalu menjadi pemenang, yang kita lakukan hanya menikmati indahnya dunia balap ini. Kemenangan hanya hadiah dari kerja keras dan kekalahan menjadi pelajaran itu saja yang terpikir dalam benak kami.  Kebersamaan yang kuat antara aku, tim, dan motor menjadi cerita yang tertoreh dalam buku catatan harian.

Iya benar, aku merindukan itu semua…