Membaca adalah Pertama

Mengulang kembali cerita tentang Rosul ketika menerima wahyu pertamanya ketika beliau diangkat menjadi Rosul terakhir. Wahyu pertama tidak juga menjadi surat pertama dalam Al-Qur’an dan tidak juga menjadi surat yang wajib dibaca ketika shalat.

Iqro’ adalah kata pertama yang muncul dari ayat pertama wahyu yang diturunkan oleh Sang Pencipta. Benar, kata yang berarti “Bacalah” jelas memberi kita perintah untuk membaca. Pertanyaannya adalah “Apa yang harus kita baca?” lalu “Bagaimana membacanya?”.

Bernostalgia dengan masa lalu, ketika bangku TPQ menjadi makanan sehari-hari, teringat seberapapun sibuknya dengan permainan yang seru mengaji menjadi kewajiban bagiku. Beranjak keusia lebih remaja kajian semakin mendalam dan filosofis, Abah (guru di TPQ) berpesan untuk selalu membaca. Dasar yang digunakan masih sama yaitu wahyu pertama yang turun dari Allah, ayat pertama yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia adalah “Bacalah! dengan Nama Tuhanmu yang menciptakan”.

Kembali pada pertanyaan pertama yang muncul “Apa yang harus kita baca?”, bapak saya menjawabnya dengan singkat “apapun yang kamu lihat”. Jawaban tersebut itu cukup menyimpulkan semuanya, dari apa yang kita lihat semua ada membacanya dengan baik akan menjadi sebuah ilmu baru untuk kita. pertanyaan selanjutnya adalah “bagaimana membacanya?”, dengan lugas dalam Al Qur’an menjawab “dengan Nama Tuhanmu yang menciptakan”. Terang saja bahwa semua yang diciptakan di dunia ini untuk diperlajari dan untuk menjadi renungan bagi kita akan kuasa-Nya. Lihat lalu dalami itu dengan hati yang terbuka maka kita akan mendapat sesuatu yang amat penting untuk kita hidup hingga kita akan menjadi lebih baik.

“Membaca bukan saja tulisan dan literasi, membaca adalah pendalaman terhadap sesuatu yang kita temui”